1. Kapan Kita Memakai ERD (Entity Relationship Diagram)?
Pengertian:
ERD adalah diagram yang digunakan untuk menggambarkan struktur konseptual data, termasuk:
-
Entitas (seperti Mahasiswa, Dosen)
-
Atribut dari entitas (seperti Nama, NIM)
-
Relasi antar entitas (seperti Mahasiswa mengambil Mata Kuliah)
Kapan Digunakan:
ERD digunakan pada:
-
Tahap awal perancangan sistem informasi – untuk memahami data yang dibutuhkan sistem.
-
Tahap analisis dan desain database – sebelum pembuatan tabel di database.
-
Komunikasi antar tim – agar semua stakeholder memahami struktur data.
Kelebihan ERD:
-
Memudahkan pemahaman struktur data secara visual.
-
Alat komunikasi yang baik antara analis, developer, dan klien.
-
Mengurangi risiko kesalahan perancangan awal database.
Kekurangan ERD:
-
⚠ Tidak menunjukkan detail teknis seperti tipe data atau constraint.
-
⚠ Kurang fleksibel jika sistem berubah-ubah.
-
⚠ Tidak menghindari redundansi atau anomali data → perlu normalisasi.
2. Kapan Kita Memakai Normalisasi?
Pengertian:
Normalisasi adalah proses menyusun tabel dan atribut dalam database agar:
-
Tidak terjadi redundansi data
-
Tidak ada anomali data (insert, update, delete)
-
Struktur data menjadi logis dan efisien
Kapan Digunakan:
Normalisasi digunakan pada:
-
Setelah ERD selesai, saat mulai menyusun tabel (struktur logis).
-
Sebelum implementasi ke database (DBMS), untuk memastikan desain bersih.
-
Audit database lama, untuk memperbaiki struktur tabel yang buruk.
Kelebihan Normalisasi:
-
Mengurangi pengulangan data (redundansi).
-
Menghindari anomali saat manipulasi data.
-
Menjadikan database lebih efisien dan mudah dikelola.
Kekurangan Normalisasi:
-
Bisa menghasilkan banyak tabel → join jadi lebih kompleks.
-
Performa query bisa menurun jika join terlalu banyak.
-
Kadang terlalu “rapi” untuk aplikasi yang butuh kecepatan baca tinggi.
3. Perbandingan Singkat ERD vs Normalisasi
| Aspek | ERD | Normalisasi |
|---|---|---|
| Tujuan | Mendesain model konseptual data | Mengorganisir struktur tabel |
| Waktu penggunaan | Awal proses perancangan | Setelah ERD, saat desain logis |
| Bentuk | Diagram visual (entitas & relasi) | Tabel-tabel dengan aturan |
| Kelebihan | Visual, mudah dimengerti | Efisien, bebas anomali |
| Kekurangan | Tidak detail secara teknis | Kompleks jika over-normalisasi |
4. Tahapan Normalisasi (Normal Forms)
Normalisasi dilakukan dalam beberapa tahapan (Normal Form / NF). Semakin tinggi NF, semakin sedikit redundansi data, tapi struktur semakin kompleks.
1NF – First Normal Form
Syarat:
-
Setiap kolom hanya memiliki satu nilai (atomic value).
-
Tidak ada kolom berisi data yang berulang/bergrup.
Contoh pelanggaran:
| NIM | Nama | Mata Kuliah |
|---|---|---|
| 101 | Ani | Basis Data, Algoritma |
Harus dipecah agar satu kolom hanya satu nilai.
2NF – Second Normal Form
Syarat:
-
Sudah memenuhi 1NF.
-
Semua atribut non-kunci sepenuhnya tergantung pada seluruh primary key (bukan hanya sebagian).
Relevan jika tabel punya composite key (kunci gabungan).
3NF – Third Normal Form
Syarat:
-
Sudah memenuhi 2NF.
-
Tidak ada transitive dependency (atribut non-kunci bergantung pada atribut non-kunci lainnya).
Contoh pelanggaran:
| NIM | Nama | KodeProdi | NamaProdi |
NamaProdi bergantung pada KodeProdi, bukan NIM → Pisahkan ke tabel Prodi.
BCNF – Boyce-Codd Normal Form
Syarat:
-
Sudah memenuhi 3NF.
-
Semua determinan adalah kandidat key.
Versi lebih ketat dari 3NF untuk kasus tertentu.
4NF – Fourth Normal Form
Syarat:
-
Sudah memenuhi BCNF.
-
Tidak ada multi-valued dependency.
Digunakan jika satu atribut bisa punya banyak nilai independen terhadap kunci utama.
5NF – Fifth Normal Form
Syarat:
-
Sudah memenuhi 4NF.
-
Tidak ada join dependency.
Jarang dipakai dalam praktik kecuali untuk sistem yang sangat kompleks.
Kesimpulan
| Tahap | Kegiatan | Tujuan |
|---|---|---|
| 1. ERD | | Mendesain entitas dan relasi | | Memahami struktur data secara global |
| 2. Normalisasi | | Menyusun tabel agar efisien | | Menghindari duplikasi dan anomali data |
Gunakan ERD untuk perancangan awal, dan lanjutkan dengan normalisasi agar database yang kamu bangun stabil, efisien, dan siap diimplementasikan.




Popular
Tags
Videos